Selasa, 20 Maret 2012

TABEL PEMBELIAN BAHAN BAKU


TABEL PEMBELIAN BAHAN BAKU
BULAN JENIS HARGA/KG PEMBELIAN NILAI POTONGAN BAYAR
  BAHAN   (KG) PEMBELIAN    
SI-A A-2 25110 1500 37665000 0 37665000
SI-B A-1 24980 2200 54956000 10991200 43964800
SI-C A-2 25110 1955 49090050 9818010 39272040
SI-D A-1 24980 1875 46837500 9367500 37470000
SI-E A-2 25110 1790 44946900 0 44946900
SI-F A-1 24980 2220 55455600 11091120 44364480
























































































TABEL PENJUALAN BAHAN BAKU



Pembeli Kode Unit Nilai Tujuan Ongkos Diskon Bayar
  Barang Dibeli Pembelian   Kirim    
SI-A X-61 600 35100000 Madiun 1500000 0 36600000
SI-B X-52 300 16770000 Malang 750000 0 17520000
SI-C X-61 500 29250000 Surabaya 0 7312500 21937500
SI-D X-61 420 24570000 Magetan 1050000 0 25620000
SI-E X-52 700 39130000 Surabaya 0 9782500 29347500
SI-F X-52 480 26832000 Madiun 1200000 0 28032000








Keterangan :





Nilai pembelian adalah harga/unit dikalikan dengan unit dibeli, dimana harga/unit sama dengan :

Jika kode barang X-61 = 58.500/kg




Jika kode barang X-52 = 55.900/kg











Ongkos kirim hanya untuk pembeli diluar surabaya sebesar 2.500/unit









Diskon hanya diberikan dengan syarat unit dibeli >=500 DAN tujuan=surabaya, yaitu sebesar 25% dari nilai pembelian








Bayar adalah nilai pembelian dikurangi diskon



Selasa, 13 Maret 2012

PMT,IPMT,PPMT 2


tingkat bunga tahunan

10%
periode pembayaran/jangka waktu pinjaman
5 tahun
jumlah pinjaman

Rp 20,000,000
tabel pelunasan pinjaman


Periode ke Anuitas/Bulan Bunga/Bulan Angsuran hutang pokok
1 (Rp424.940,89) (Rp166.666,67) (Rp258.274,23)
2 (Rp424.940,89) (Rp164.514,38) (Rp260.426,51)
3 (Rp424.940,89) (Rp162.344,16) (Rp262.596,73)
4 (Rp424.940,89) (Rp160.155,85) (Rp264.785,04)
5 (Rp424.940,89) (Rp157.949,31) (Rp266.991,58)
6 (Rp424.940,89) (Rp155.724,38) (Rp269.216,51)
7 (Rp424.940,89) (Rp153.480,91) (Rp271.459,98)
8 (Rp424.940,89) (Rp151.218,75) (Rp273.722,15)
9 (Rp424.940,89) (Rp148.937,73) (Rp276.003,17)
10 (Rp424.940,89) (Rp146.637,70) (Rp278.303,19)
11 (Rp424.940,89) (Rp144.318,51) (Rp280.622,39)
12 (Rp424.940,89) (Rp141.979,99) (Rp282.960,91)
13 (Rp424.940,89) (Rp139.621,98) (Rp285.318,91)
14 (Rp424.940,89) (Rp137.244,32) (Rp287.696,57)
15 (Rp424.940,89) (Rp134.846,85) (Rp290.094,04)
16 (Rp424.940,89) (Rp132.429,40) (Rp292.511,49)
17 (Rp424.940,89) (Rp129.991,80) (Rp294.949,09)
18 (Rp424.940,89) (Rp127.533,90) (Rp297.407,00)
19 (Rp424.940,89) (Rp125.055,50) (Rp299.885,39)
20 (Rp424.940,89) (Rp122.556,46) (Rp302.384,44)
21 (Rp424.940,89) (Rp120.036,59) (Rp304.904,31)
22 (Rp424.940,89) (Rp117.495,72) (Rp307.445,17)
23 (Rp424.940,89) (Rp114.933,68) (Rp310.007,22)
24 (Rp424.940,89) (Rp112.350,28) (Rp312.590,61)
25 (Rp424.940,89) (Rp109.745,36) (Rp315.195,53)
26 (Rp424.940,89) (Rp107.118,73) (Rp317.822,16)
27 (Rp424.940,89) (Rp104.470,21) (Rp320.470,68)
28 (Rp424.940,89) (Rp101.799,62) (Rp323.141,27)
29 (Rp424.940,89) (Rp99.106,78) (Rp325.834,11)
30 (Rp424.940,89) (Rp96.391,50) (Rp328.549,40)
31 (Rp424.940,89) (Rp93.653,59) (Rp331.287,31)
32 (Rp424.940,89) (Rp90.892,86) (Rp334.048,04)
33 (Rp424.940,89) (Rp88.109,12) (Rp336.831,77)
34 (Rp424.940,89) (Rp85.302,19) (Rp339.638,70)
35 (Rp424.940,89) (Rp82.471,87) (Rp342.469,02)
36 (Rp424.940,89) (Rp79.617,96) (Rp345.322,93)
37 (Rp424.940,89) (Rp76.740,27) (Rp348.200,62)
38 (Rp424.940,89) (Rp73.838,60) (Rp351.102,30)
39 (Rp424.940,89) (Rp70.912,75) (Rp354.028,15)
40 (Rp424.940,89) (Rp67.962,51) (Rp356.978,38)
41 (Rp424.940,89) (Rp64.987,69) (Rp359.953,20)
42 (Rp424.940,89) (Rp61.988,08) (Rp362.952,81)
43 (Rp424.940,89) (Rp58.963,47) (Rp365.977,42)
44 (Rp424.940,89) (Rp55.913,66) (Rp369.027,23)
45 (Rp424.940,89) (Rp52.838,44) (Rp372.102,46)
46 (Rp424.940,89) (Rp49.737,58) (Rp375.203,31)
47 (Rp424.940,89) (Rp46.610,89) (Rp378.330,01)
48 (Rp424.940,89) (Rp43.458,14) (Rp381.482,76)
49 (Rp424.940,89) (Rp40.279,11) (Rp384.661,78)
50 (Rp424.940,89) (Rp37.073,60) (Rp387.867,29)
51 (Rp424.940,89) (Rp33.841,37) (Rp391.099,52)
52 (Rp424.940,89) (Rp30.582,21) (Rp394.358,68)
53 (Rp424.940,89) (Rp27.295,89) (Rp397.645,01)
54 (Rp424.940,89) (Rp23.982,18) (Rp400.958,72)
55 (Rp424.940,89) (Rp20.640,86) (Rp404.300,04)
56 (Rp424.940,89) (Rp17.271,69) (Rp407.669,20)
57 (Rp424.940,89) (Rp13.874,45) (Rp411.066,45)
58 (Rp424.940,89) (Rp10.448,89) (Rp414.492,00)
59 (Rp424.940,89) (Rp6.994,79) (Rp417.946,10)
60 (Rp424.940,89) (Rp3.511,91) (Rp421.428,99)
jumlah


PMT,IPMT,PPMT

tingkat bunga tahunan

10%
periode pembayaran/jangka waktu pinjaman
2 tahun
jumlah pinjaman

Rp 20,000,000
tabel pelunasan pinjaman


Periode ke Anuitas/triwulan Bunga/triwulan Angsuran hutang pokok/tri wulan
1 (Rp2.789.346,92) (Rp500.000,00) (Rp2.289.346,92)
2 (Rp2.789.346,92) (Rp442.766,33) (Rp2.346.580,59)
3 (Rp2.789.346,92) (Rp384.101,81) (Rp2.405.245,10)
4 (Rp2.789.346,92) (Rp323.970,68) (Rp2.465.376,23)
5 (Rp2.789.346,92) (Rp262.336,28) (Rp2.527.010,64)
6 (Rp2.789.346,92) (Rp199.161,01) (Rp2.590.185,90)
7 (Rp2.789.346,92) (Rp134.406,37) (Rp2.654.940,55)
8 (Rp2.789.346,92) (Rp68.032,85) (Rp2.721.314,07)
jumlah pinjaman (Rp22.314.775,33) (Rp2.314.775,33) (Rp20.000.000,00)

Sabtu, 10 Maret 2012

Angin Peradaban

www.dedizamrani.blogspot.com
aku tak dapat membaca gerak angin dalam hatimu
lantas kisah apa yang aka aku toreh?
sia-sia hidup ini
karena keturuan kita tidak akan tau pada peradaban kita

sedang waktu tak membri ku peta
dalam menyusuri setiap bait hatimu

ayolah sayang
buka jendela hatimu
agar angin dapat ku terjmahkan

Rabu, 07 Maret 2012

Bahasa Setan



ia selalu mengajarkan kita tentang banyak hal
termasuk juga  kebaikan
tapi ia tetap menyesatkan
kecerdikannya dan kelihaiannya
mampu membuat manusia terpedaya

ia mengajarkan kita tentang kebenaran
tapi kita akan lupa pada hak orang lain bila kita ikuti
karena kita akan merasa sebagai orang yang paling benar sendiri

apabila setan mengajarkan kita tentang hemat
dan kita ikuti ilmunya maka kita akan menjadi orang yang paling kikir

dan apabila ia mengajari kita tentang cinta maka dan kita amalkan ajarannya
maka kita hati kita akan disesaki dengan nafsu birahi

penghitungan persentase harga

Persentase potongan harga


30%
persentase tunai



27.50%
bulan nilai persentase potongan harga bayar sisa
penjualan penjualan harga jual tunai
january 11,000,000 4.0% 3,300,000.0 7,700,000 2,117,500.0 5,582,500
february 16,500,000 3.5% 4,950,000.0 11,550,000 3,176,250.0 8,373,750
march 35,000,000 7.4% 10,500,000.0 24,500,000 6,737,500.0 17,762,500
april 48,000,000 10.2% 14,400,000.0 33,600,000 9,240,000.0 24,360,000
may 60,000,000 12.7% 18,000,000.0 42,000,000 11,550,000.0 30,450,000
june 59,000,000 12.5% 17,700,000.0 41,300,000 11,357,500.0 29,942,500
july 26,000,000 5.5% 7,800,000.0 18,200,000 5,005,000.0 13,195,000
august 45,000,000 9.5% 13,500,000.0 31,500,000 8,662,500.0 22,837,500
september 15,000,000 3.2% 4,500,000.0 10,500,000 2,887,500.0 7,612,500
october 38,000,000 8.0% 11,400,000.0 26,600,000 7,315,000.0 19,285,000
november 57,000,000 12.1% 17,100,000.0 39,900,000 10,972,500.0 28,927,500
december 62,000,000 13.1% 18,600,000.0 43,400,000 11,935,000.0 31,465,000
jumlah 472,500,000 100.0% 141,750,000.0 330,750,000 90,956,250.0 239,793,750
maksimum 62,000,000 13.1% 18,600,000.0 43,400,000 11,935,000.0 31,465,000
minimum 11,000,000 2.3% 3,300,000.0 7,700,000 2,117,500.0 5,582,500
rata-rata 39,375,000 8.3% 11,812,500.0 27,562,500 7,579,687.5 19,982,813

Senin, 05 Maret 2012

tangisan rembulan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhkk……”
Angin berhembus kencang mengabarkan teriakan histeris ke setiap telinga warga, sontak semua orang terdiam sejenak meyakinkan pendengaran mereka dan bertanya-tanya dari mana arahnya. Langkah seribu mulai mereka pasang berduyun-duyun menghampiri asal teriakan. Tua muda besar kecil semuanya tergabung dalam rombingan, penampilan merekapun bermacam-macam, tapi tak ada yang peduli karena pikiran merak telah disesaki oleh Seribu tanya. Napas mereka mulai tampak memburu wajahnya mengkilap oleh kucuran peluh yang terus mengucur dari pori-pori.  Rasa lelah tak sempat mereka ungkapkan lewat keluhan lantaran rasa penasara lebih besar menguasai hati mereka.
Di depan sebuah rumah yang terbuat dari bambu langkah mereka terhenti. Suasana mulai berubah mencekam, hati mereka terasa miris melihat apa yang telah terjadi. Tampak semua wajah mengerutkan kening dan membelalakkan mata tak percaya terhadap apa yang mereka saksikan. Isak tangis mulai terdengar dari para pemilik hati yang iba. Tanpa ada yang memandu semua orang berseru layaknya paduan suara. “oooooooohh…… tidak…!!!”

                                                            ***
Desa telang merupakan daerah yang berpenduduk kurang lebih dari lima ratus jiwa. Masyarakatnya hidup damai dengan terjalinnya ikatan emosianal yang sangat erat diantara mereka. Penuh dengan rasa kekeluargaan dan saling bahu membahu dalam segala hal. Jarang sekali bahkan dapat dikatakan tidak pernah ada perseteruan dilingkungan itu, yaaaaaa mungkin hanya pertengkaran kecil dalam suatu keluarga dan pertengkaran antar anak-anak kecil yang saling berebut mainan.
Kehidupan di desa telang tergolong sangat sederhana, mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai seorang petani tulen yang sehari-harinya berbaur dengan tanah tanpa menggeruk sepeserpun rupiah. Dapat dibayangkan kan betapa sulit dan kerasnya kehidupan mereka. Pemerintah setempat kurang begitu bertanggung jawab dalam pembangunan desa tersebut, buktinya sarana umum seperti jalan raya tak ada yang di aspal dan MCK umum tidak tersedia, jadi masih banyak masyarakat yang memanfaatkan kali wurung sebagai tempat untuk membersihkan tubuh, pakain dan isi perut mereka.
Diantara beberapa kepala rumah tangga, ada satu keluarga yang tinggal aga’ kepinggir dari desa yaitu keluarga pak Markawi. Rumah bambu yang setia menjaga istri, anak dan dirinya sudah tampak lapuk dimakan usia. Pak Markawi hanya dikaruniai seorang anak perempuan dari hasil hubungannya dengan bu Sariye, istrinya. Tapi keduanya sudah cukup bersyukur atas kehadirannya.


“An,,,, Ani,,, dimana kamu?” panggil bu Sariye pada anaknya. Tapi belum ada jawaban
“Dimana sih tu anak, siang-siang begini ko’ malah keluyuran….” Omelnya. Lantas ia keluar rumah dan menanyakan kesetiap orang yang dijumpainya, tapi tak satupun yang tau.
“bu ,,, bu Sariye cari Ani ya???” tiba-tiba ada seorang ibu setengah baya bertanya kepada bu Sariye.
“Iya,, apa nak Marni melihatnya??”
“he’em,,, tadi saya lihat dia sama teman-temannya di kali Wurung.”
“ooh,, makasih ya nak.”
“iya  bu,, sama-sama, mari ya bu.” pamit Marni
“iya.” Jawab bu sariye sambil berjalan meneju kali wurung. Setibanya disana ia mengajak Ani pulang karena hari sudah siang tak lupa ia menjewer kuping Ani dan mengomelinya diperjalanan.
Ani sebenarnya anak yang baik, mungkin karena dia masih berusia 7 tahun jadi dia sering pergi bermain dengan teman-temannya untuk mengobati rasa ingin taunya terhadap kehidupan sekitar yang dicipta oleh tuhan. Saat ini Ani masih duduk di kelas 2 madrasah ibtida’iyah yang berada di desanya. Semua anak-anak menuntut ilmu di lembaga tersebut karena belum ada sekolah dasar milik pemerintah, itupun merupakan sekolah satu-satunya yang ada di desa telang jadi banyak anak-anak yang lulus menjadi pengangguran karena tidak mampu untuk meneruskan ke sekolah SMP yang ada di kecamatan.
Ani sangat rajin, ia diberi keistimewaan berupa kecerdasan oleh tuhan hingga ia menjadi juara kelas di sekolahnya. Setiap subuh dan maghrib ia diajari oleh ibunya membaca huruf hija’iyah dan latin. Saat ini Ani sudah cukup fasih membaca kalimat Arab dan latin.
Selain itu Ani juga cantik tidak seperti ibu dan bapaknya. Mungkin kecantikan Ani diperoleh dari nenek moyangnya dulu. Dia merupakan anak yang periang walaupun keadaan keluarganya melarat. Dia tak pernah rewel meminta sesuatu pada kedua orang tuanya karena ia mengerti kalau keduanya tidak bisa memberinya apa-apa selain kasih sayang. Ani merupakan hiburan terindah bagi pak Markawi dan bu Sariye.
“ibu dari mana aja sih,, dari tadi di tungguin ga’ dateng-dateng. Bapak capek nih, lapar baru dateng kerja. Bukannya disambut, eehh,,, malah keluyuran. ” bentak pak Markawi di teras rumah saat melihat bu Sariye datang bersama Ani. Pak Markawi orangnya temperamental jadi dia sering naik darah kalau ke mauannya tidak segera terpenuhi.
“bisa ga’ sih pak kalau satu kali aja ga’ marah-marah,, tadi saya tu nyariin Ani” jawab bu Sariye tak kalah lantangnya.
“oooh,,, sudah berani merintah ya ma suami, ,,”


Plaaaakkk… tangan pak Markawi menghantam pipi bu Sariye.
Aooow… ringis bu Sariye menahan rasa sakit sambil memegangi pipinya. Tampak warna merah bergaris di pipinya dan sedikit darah di bibirnya, air mata perlahan menetes dari kedua matanya. Ani yang sejak tadi berdiri di dekat mereka kemudian meringsuk memeluk paha bu Sariye dengan wajah ketakutan, ia menangis sejadi-jadinya. Pak Markawi pergi tanpa berkata apa-apa lagi meninggalkan isak tangis istri dan anaknya.
Saat itu pula para warga berkerumun di halaman pak Markawi menyaksikan apa yang terjadi barusan. Semua tampak menggeleng-gelengkan kepala terhadap apa yang telah pak Markawi lakukan pada istrinya. Kumudian satu persatu orang-orang mulai meninggalkan halaman rumah itu, ada pula yang menghampiri bu Sariye dengan perasaan iba dan meminta bu Sariye tuk bersabar dengan sikap pak Markawi yang selalu kasar kepadanya.




Dedi Zamrani
Aktif di Teater Suneidesis UKMFE UTM
Terlahir dari rahim ponpes annuqayah